Perjalanan ke Kampung inggris
8 juli 2018, aku berangkat ke pare untuk kursus bahasa inggris. Destinasi ini udah aku rencanakan lebih dari 1 tahun yang lalu. Dan untuk pertama kalinya aku ke pare pake bis. Aku naik di statiun lebak bulus jakarta selatan. Aku di minta stand by jam 1, dan aku datang jam 12.30, ternyata bis nya berangkat jam 3. Aku duduk disamping seseorang asli kediri, dia bekerja sebagai satpam di jakarta, anak dan istrinya tinggal di batu malang. Banyak hal yang aku pelajari dari pengalaman beliau, yang hidup terpisah dari keluarga, sampai nga sempat pulang ketika lebaran. Waktu terus berjalan, sayangnya bis nya rusak di jalan. Beberapa kali penumpang harus naik turun karena beberapa masalah di bis. Akhirnya jadwal yang seharusnya sampai di kediri jam 7 pagi, terlambat s.d jam 5 sore.
Di perjalanan aku juga ketemu teman yang juga belajar ke pare, dia diantar oleh bapaknya, di akhir perjalanan mereka bertanya kepadaku tentang bagaimana sebaiknya penginapan di pare dan tiket pesawat untuk balik esok harinya.
Dari terminal kediri, menuju pare, aku udah mengkontak angkot langganan ku ( kebetulan perjalanan ke pare ini yang ke 5), karena aku datang kesorean, supir angkot tiba2 minta harga naik 2 kali lipat. Aku nga mau, karena aku merasa nga adil aja. Karena yang ku tau ongkos pare kediri sebenarnya 5000. Sehingga aku memilih baik bis kediri malang, berdasarkan masukan dari bapak satpam sebelah aku.
Pas mau naik bis, aku di suruh menunggu dulu, karena mereka memprioritaskan penumpang tujuan malang, setelah maghrib bis berangkat, aku berdiri, penumpangnya padat sekali, karena bis terakhir, sekitar jam 7 akhirnya aku sampai di kampung inggris.
Komentar
Posting Komentar